Tips Ampuh Taklukkan Medan ke Leuwi Hejo, Leuwi Cipet, dan Leuwi Liyet

Kecantikan air terjun Leuwi Hejo semakin ramai diperbincangkan beberapa waktu belakangan. Lokasinya yang tak jauh dari Jakarta membuat sebagian kalangan menjadikan tempat ini sebagai alternatif wisata setiap akhir pekan.

Meski tingginya hanya tiga meter, warna hijau alami air terjun ini menjadi magnet penarik perhatian mata. Air terjun ini semakin cantik karena dikelilingi tebing tinggi yang berdiri kokoh di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Leuwi Hejo memang cantik, tetapi buat pengunjung yang penasaran dan ingin berkunjung ke sana, jangan sampai terbuai dengan pesona air terjun itu ya! Apalagi sampai lupa diri dan mengabaikan peringatan tanda bahaya.

Setelah menulis ulasan singkat soal Curug Leuwi Hejo, saya akan coba bagikan beberapa tips singkat buat pengunjung yang berniat mampir ke Leuwi Hejo. Semoga bermanfaat!

Perhatikan betul kondisi kendaraan

Sebelum memutuskan berlibur ke Leuwi Hejo, pastikan kendaraan kalian dalam kondisi prima. Sebab, medan yang dilalui sangat berat selepas Jungle Land menuju parkiran terakhir Leuwi Hejo. Kontur jalan berupa perbukitan dengan tanjakan dan turunan.

Kondisi jalanan yang rusak membuat perjalanan ke Leuwi Hejo semakin melelahkan. Sebagai antisipasi, cek kondisi ban dan pastikan bensin terisi penuh karena pom bensin jauh. Usahakan tidak menggunakan mobil sedan. Supaya aman, minimal dengan mobil minibus.

Latihan fisik menghadapi medan berat

Perjalanan dari parkiran menuju Leuwi Hejo cukup mudah dilalui karena kini sudah dibuat jalan setapak. Namun, perjalanan dari Leuwi Hejo menuju Curug Barong, Leuwi Cipet, dan Leuwi Liyet sangat berbeda.

Untuk mencapai Curug Barong, banyak pengunjung yang memilih jalan dari Leuwi Hejo. Nah, di sinilah tantangannya. Pengunjung harus naik-turun bukit yang didominasi jalanan tanah yang berbatasan langsung dengan jurang.

Jadi, sebelum berlibur ke sana ada baiknya mempersiapkan diri dengan berolahraga ringan terlebih dulu. Sebab, perjalanan menaiki dan menuruni perbukitan ini akan sangat melelahan dan menguras banyak tenaga.

Tentukan waktu kunjungan

Waktu berkunjung menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan. Musim kemarau menjadi waktu terbaik untuk berkunjung ke curug ini. Sebab, volume air di curug ini normal dan cukup aman bagi para pengunjung, warna airnya juga hijau bening.

Menurut sejumlah pedagang di Leuwi Hejo, pengunjung disarankan tidak datang pada musim hujan. Pasalnya, volume air di curug ini bisa meningkat drastis secara tiba-tiba, arus air sangat deras, airnya coklat keruh, dan terjadi banjir bandang.

Eksotisme kolam Leuwi Hejo sedikit berkurang setiap akhir pekan tiba karena banyaknya pengunjung yang datang. Untuk merasakan keindahan Leuwi Hejo yang sesungguhnya, coba datang ke tempat ini pada tengah pekan.

Siapkan perbekalan

Jika melihat medan yang didominasi bebatuan dan tanah, sepatu atau sendal gunung menjadi pelindung kaki paling aman saat berkunjung ke Leuwi Hejo. Jangan lupa bawa plastik kresek dan baju ganti juga ya.

Selain itu, tidak ada salahnya membawa obat gosok untuk menghilangkan rasa pegal maupun rasa nyeri akibat gigitan serangga. Maklum, keempat objek wisata ini dikelilingi hutan-hutan habitat beragam serangga.

Jangan lupa ajak teman

Jika benar-benar berniat liburan ke Leuwi Hejo, diusahakan tidak pergi sendirian, ajaklah teman, pacar, kerabat, atau keluarga. Menikmati keindahan alam bersama orang terdekat pasti akan terasa lebih menyenangkan.

Pergi sendirian ke tempat seperti ini sangat riskan karena medan yang dilalui cukup berat. Jadi kalau terjadi suatu musibah tak terduga, ada orang yang bisa langsung memberi pertolongan. Yang terpenting, wajib hati-hati!

Baca artikel lainnya

1 Komentar

  1. ah gue pernah kesini nih,,,
    naek sepeda tapi, keren airnya masih bening, makin keatas makin bening air curug nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *