Persayaran Nikah dan Tata Cara Pengurusannya

Banyak yang bilang nikah itu gampang. Tinggal datang ke Kantor Urusan Agama (KUA), ijab, terus sah jadi suami istri. Nyatanya nggak semudah itu teman-teman, ada banyak persyaratan pernikahan yang harus dipenuhi sebelum ijab kabul dan resmi jadi suami istri.

Di artikel ini, saya mau sharing pengalaman mempersiapkan pernikahan, khususnya bahas persyaratan yang harus disiapkan sebelum daftar ke KUA. Ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi, di antaranya:

  • KTP, Kartu keluarga, dan akte kelahiran.
  • Foto 3×4 dan 4×6 berwarna merah/biru (masing-masing 5 buah).
  • Surat keterangan dari RT/RW tempat tinggal.
  • Surat keterangan belum menikah dari kelurahan.
  • Surat numpang nikah dari KUA (kalau mau nikah di luar domisili).

Dokumen di atas diserahkan ke KUA dalam bentuk fotokopi. Supaya aman, lebih baik fotokopi rangkap lima. Selain dokumen-dokumen itu, jangan lupa siapkan calon pasangannya ya!

Gimana tata cara pendaftarannya? Berapa lama proses dan biayanya?

Lamanya proses pengurusan surat-surat persyaratan untuk nikah berbeda-beda, tergantung waktu dan daerah masing-masing. Kalau berdasarkan pengalaman saya pas nikah kemarin, saya butuh waktu sekitar dua minggu, mulai dari bikin surat pengantar RT/RW, sampai nyerahin berkas ke KUA.

Kalau urusan biaya, biaya yang wajib dikeluarin untuk proses ini aslinya sekitar Rp600.000. Biaya itu kita bayarkan di KUA tempat kita akan menikah dengan cara transfer ke bank yang ditentukan Kementerian Agama, untuk meminimalkan pungutan liar. Biar lebih jelas saya jabarin tata caranya di bawah ya.

1. Minta surat pengantar RT/RW
Untuk minta surat pengantar RT/RW, kita butuh KTP dan Kartu Keluarga. Sebetulnya proses ini nggak bayar, tapi saya ngasih Rp20.000 ke RT, itung-itung buat uang kas. Proses ini kurang lebih makan waktu seminggu. Soalnya waktu itu pak RT lagi nggak di rumah.

2. Minta surat N1-N4 di kelurahan
Setelah itu, surat pengantar RT/RW itu dibawa ke kelurahan setempat (sesuai KTP) untuk dapetin surat N1-N4. Kalau saya nggak salah, N1 itu surat keterangan untuk nikah, N2 itu surat keterangan asal-usul, N3 surat persetujuan mempelai, N4 surat keterangan orang tua. Persyaratan yang dibutuhkan disini adalah surat pengantar RT/RW, KTP, KK, dan akte kelahiran. Proses cepet kok, harusnya sehari langsung jadi. Proses ini juga nggak bayar, tapi waktu itu saya diminta sumbangan PMI.

3. Minta surat numpang nikah
Tahap ketiga, surat N1-N4 itu dibawa ke KUA kecamatan sesuai KTP. Jangan lupa bawa dokumen-dokumen pelengkap tadi ya, fotokopi KTP, KK, dan akte kelahiran. Proses ini juga cepet, kalau nggak banyak yang daftar paling 30 menit selesai. Proses ini gratis, nggak ada pungli-punglian. Waktu itu saya ke KUA setempat bukan untuk daftar nikah, tapi untuk minta surat numpang nikah. Surat numpang nikah adalah surat pengantar dari KUA tempat tinggal kita yang ditujukan ke KUA tempat kita akan nikah. Contohnya begini. Saya tinggal di kecamatan sukamakmur, tapi mau nikah di gedung atau di rumah calon istri yang ada di kecamatan margajaya. Nah, saya wajib minta surat numpang nikah dulu di KUA setempat untuk dibawa ke KUA tempat pernikahan dilangsungkan.

4. Daftar nikah di KUA
Setelah rangkaian panjang dari RT sampai KUA setempat, surat numpang nikah adalah dokumen terakhir yang akan dipakai untuk daftar nikah. Surat ini harus kita kasih ke calon istri sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk daftar nikah di KUA daerahnya. Persyaratan yang diperlukan calon istri juga sama kok. Bedanya mereka butuh surat numpang nikah dari pihak cowok. Setelah itu, didaftarin deh ke KUA tempat kita mau nikah. Tapi kalau pernikahan itu diadakan di luar daerah cowo maupun cewe, berarti dua-duanya harus bikin surat numpang nikah. Contoh, saya tinggal di kecamatan sukamakmur, istri saya di kecamatan margajaya. Nah, kita mau nikah di kecamatan sumberjaya, artinya saya dan calon istri harus bikin surat numpang nikah di KUA kecamatan masing-masing untuk daftar nikah di KUA kecamatan sumberjaya.

Itulah persyaratan nikah yang harus dipenuhi. Kalau ditotal, saat itu saya menghabiskan waktu kurang dari seminggu untuk beresin semuanya. Ingat, biaya yang wajib dikeluarkan Rp 600.000 untuk bayar pendaftaran nikah di KUA. Kalau ada tagihan biaya lain, kemungkinan itu pungli atau akal-akalan oknum nakal. Sekian sharing pengalaman saya. Semoga bermanfaat!

 

Baca cerita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *