Menenangkan Diri di Tepi Pantai Semeti

pantai semeti - travelus muliawan

Perjalanan saya dan teman-teman menyusuri pantai selatan Lombok semakin berwarna karena kami singgah di pantai Semeti. Pantai yang berada di selatan LombokĀ ini sangat sepi, cocok untuk menenangkan diri.

Pantai Semeti terdiri dari dua bentang alam yang berbeda, yaitu pantai dengan pasir berwarna putih dan pantai yang dihiasi gugusan karang raksasa di pinggiran samudera. Keduanya sangat menarik untuk dinikmati. Inilah yang jadi kelebihan pantai Semeti.

Pantai pasir putih di Semeti sekilas tak ada bedanya dengan pantai pasir putih lain di Lombok. Hanya, pantai ini jauh lebih sepi. Malah bisa dibilang sangat sepi. Seakan-akan orang yang datang ke tempat ini memang benar-benar bertujuan untuk menenangkan diri.

“Pantai ini belum benar-benar dikembangkan. Makanya saya juga cuma jualan sendiri di sini karena pengunjung yang datang sedikit. Palingan ramai kalau ada syuring ftv di sini. Jadi pedagang yang lain ikut datang berjualan,” kata bapak penjual kelapa dan makanan ringan di pantai Semeti.

Karang yang Unik

Di sisi timur pantai ini kita bisa menemukan karang raksasa yang bentuknya sangat unik, bertumpuk menyerupai buku. Kita bisa berjalan ke puncaknya untuk melihat pemandangan indah berupa hamparan luas Samudera Hindia dan mendengar suara deburan ombak di sana.

Berbeda dengan pantai selatan Lombok lainnya, pantai Semeti berada cukup jauh dari jalan raya. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari jalan utama. Jalannya pun belum diaspal. Masih terdiri dari bebatuan dan tanah. Inilah yang terkadang menyulitkan pengunjung.

Wisatawan yang akan menikmati keindahan pantai ini dari dekat dikenakan biaya masuk sebesar Rp 10.000 dan tambahan biaya parkir Rp 5.000 permotor. Kalau mau berkunjung diusahakan membawa bekal yang cukup supaya tidak kelaparan karena jarang ada penjual makanan di sana.

Selain banyak dikunjungi wisatawan, pantai ini juga menjadi spot favorit bagi orang-orang yang hobi memancing. Mereka bisa memancing di tempat yang dalam dari ujung karang. Menurut Pak Mahmud, salah seorang pemancing, cara itu bisa mempermudah usahanya mendapatkan ikan.

“Iya mas di sini arusnya kencang. Kami juga bisa memancing di ujung tanjung ini sehingga kami bisa mendapatkan banyak ikan. Saya bisa dapat ikan yang besar-besar di sini. Saya pernah pulang bawa ikan sampai 10 kg. Makanya saya selalu kembali ke sini,” kata Pak Mahmud.

Baca cerita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *