Mendaki Puncak Padar dan Gili Lawa, Mengagumi Pesona Indonesia

“Gunung tinggi yang di sana itu gunung apa namanya pak?” tanya saya ke Pak Rafli sambil menunjuk. “Itu Pulau Padar. Nanti kita ke sana. Jaraknya satu jam dari sini,” jawab Pak Rafli sambil tersenyum.

Percakapan singkat itu mengawali perjalanan saya dan teman-teman ke Pulau Padar. Pulau tak berpenghuni itu berjarak sekitar 2 jam dengan kapal dari pelabuhan Labuan Bajo, yang menjadi pintu masuk utama menuju Kepulauan Komodo.

Saya pikir kami cuma diajak melihat gunung itu dari kejauhan, tapi ternyata kami diajak mendaki sampai ke puncaknya. Perjalanan dari tepi pantai Pulau Padar sampai ke puncaknya memakan waktu lebih kurang 45 menit berjalan kaki.

Trek pendakian didominasi tanjakan berisi kerikil dan tanah yang kering. Debu-debu akan berterbangan saat terinjak dan tertiup angin. Melihat trek yang berat ini, disarankan menyiapkan air minum supaya tidak dehidrasi.

“Trekking ke puncak Pulau Padar itu sangat menantang karena trek yang panas, gersang, dan lumayan menguras tenaga. Tapi setelah sampai di puncaknya, pemandangannya itu luar biasa indah,” kata Beri, teman perjalanan saya.

Setelah sampai di puncaknya, saya baru tau kalau ternyata disitulah letak spot yang selalu muncul di televisi sebagai ikon pariwisata Kepulauan Komodo. Di sana ada tiga pantai yang membentuk lekukan kalau dilihat dari ketinggian.

“Perjalanan ke Flores ini seperti menelusuri miniatur negara kita Indonesia. Kita bisa melihat gunung, situs sejarah, kehidupan masyarakat setempat, dan juga pantai-pantai yang indah di Kepulauan Komodo,” kata Beri.

Puncak Gili Lawa

Kalau pada hari pertama kami mengunjungi Pulau Padar, pada hari kedua kami diajak melihat keindahan Indonesia dari puncak Gili Lawa. Sama seperti Pulau Padar, Gili Lawa juga menyajikan pemandangan alam yang indah dari ketinggian.

“Berbeda dengan Padar, pendakian ke puncak Gili Lawa sangat berat karena nyaris tidak ada jeda. Jadi kita terus menanjak sampai ke puncaknya. Di sana juga tidak ada pohon,” ujar Suci, dosen biologi yang turut dalam perjalanan kami keliling Flores.

Kata Pak Rafli, Gili Lawa nyaris tak pernah sepi saat musim liburan. Di tempat inilah orang-orang biasanya melihat indahnya fenomena matahari terbit di puncak tertinggi Pulau Komodo. Pemandangan yang indah membuat mereka betah berlama-lama.

Kalau sudah memasuki Kepulauan Komodo, jangan lupa singgah di sana. Saya rasa siapapun yang ke sana akan terkejut dan tak berhenti berdecak kagum memandangi pesona Indonesia. Tapi jangan lupa untuk selalu menjadi pejalan yang beretika. Selamat berwisata…

Baca cerita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *