Melepas Rindu di Cidahu

Sudah delapan tahun berlalu sejak terakhir kali saya merasakan asiknya berkemping di alam bebas. Momen kemping asik bareng Nugy, Joevi, dan Ade di Cidahu, Sukabumi kali ini seakan menjadi ajang melepas kerinduan saya dengan alam terbuka.

Di bawah ini saya membagikan beberapa foto yang menggambarkan alam Cidahu yang segar, bersih, asri, permai, dan damai. Semoga bisa jadi referensi bagi siapapun yang sedang mencari tempat bersantai, terutama tempat yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota.

Menikmati keseruan berkemah di alam bebas di lereng Gunung Salak.
Menikmati keseruan berkemah di lereng Gunung Salak.
Salah satu bentuk tenda yang disewakan di batu Tapak.
Salah satu bentuk tenda yang disewakan di camp Batu Tapak.
cidahu-7-travelusmuliawan
Makan sederhana aja, yang penting kebersamaannya.
Pemandangan malam kota Sukabumi dilihat dari Cidahu
Pemandangan malam kota Sukabumi dilihat dari Cidahu.
Pemandangan kota Sukabumi saat dilihat dari Cidahu pada siang hari
Pemandangan kota Sukabumi saat dilihat dari Cidahu pada siang hari.
Medan menuju Curug Undak Dua didominasi jalan setapak di antara hutan-hutan
Jalan setapak menuju ke Curug Undak Dua.
Bukan cuma pohon pinus, masih ada banyak jenis tumbuhan lain yang hidup di kawasan Taman Nasional Halimun Salak
Ada banyak jenis tumbuhan yang hidup di kaki Gunung Salak.
Ada banyak spot menarik untuk foto-foto di lingkungan perkemahan Batu Tapak
Ada banyak spot menarik untuk berfoto di camp Batu Tapak.
Foto-foto di antara hutan-hutan yang teduh dan asri di lereng Gunung Salak
Berfoto di antara hutan-hutan yang teduh di lereng Gunung Salak.
Air terjun Undak Dua bisa dijangkau sejauh 2 km dari pintu masuk bumi perkemahan.
Pemandangan air terjun Undak Dua.
Pemandangan di salah satu spot berkemah di wilayah Cidahu. Lokasi ini dikelilingi hutan pinus dan aliran sungai.
Perkemahan di Cidahu dikelilingi aliran sungai dan hutan-hutan pinus.
Pemandangan hijaunya tumbuhan yang tumbuh di kaki Gunung Salak bagian selatan
Pemandangan hijaunya tumbuhan di kaki Gunung Salak.

Baca cerita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *