Bukit Alesano, Antara Pesona dan Derita

“Awas licin bang, pelan-pelan, pegangan-pegangan…”
“Motornya geser sedikit bang, ini ada motor yang mau turun nggak bisa lewat…”
“Buset, ini ngantri air panjang amat, udah kayak ngantri sembako aja…”
“Begini udah keren belom? Muka gue harus keliatan ya, jangan cuma awannya aja…”

Suara riuh gemuruh itu terdengar jelas di telinga saya pada suatu pagi. Suasana Bukit Alesano yang tadinya sepi dan tenang, kini berubah menjadi ramai. Semua orang sibuk memarkir kendaraan dan cepat-cepat beranjak ke tempat yang lebih tinggi mengabadikan momen pagi yang memesona dari puncak bukit dengan kamera masing-masing.

Nama Bukit Alesano sedang naik daun beberapa waktu belakangan ini. Jadi tak heran kalau setiap minggunya ratusan orang berbondong-bondong datang ke sana. Mereka ingin melihat pemandangan kota Bogor, Sukabumi, Depok, dan Jakarta dari sudut pandang yang berbeda, yaitu pemandangan city light di malam hari dan pemandangan pagi yang terang.

Tempat kemping ini berdiri di atas lahan milik PT Hali Sano. Pak Iyan, warga setempat yang dipercaya pemilik lahan untuk menjaga spot ini menuturkan, awalnya bukit ini merupakan kebun teh. Setelah terbengkalai selama beberapa saat, bukit ini digunakan warga setempat untuk nongkrong-nongkrong. Bukit ini baru tenar sembilan bulan terakhir.

Ratusan motor berderet di di sekitar Bukit Alesano saat akhir pekan tiba.

Untuk menikmati keindahan di Bukit Alesano, pengunjung harus membayar Rp 10 ribu permotor di pintu masuk Desa Cipelang. Biaya ini adalah pungutan liar dari pemuda setempat. Saat tiba di puncak bukit, pengunjung akan dimintai biaya parkir sebesar Rp 10 ribu. Kalau mau kemping, pengunjung bayar uang sewa lahan sebesar Rp 10 ribu permalam.

Pemandangan di puncak bukit ini memang bagus, tapi belum dikelola dengan baik. Medan menuju ke sana cukup ekstrem dan menantang. Jalannya masih rusak, menanjak, dan berkelok. Lahan parkirnya sempit hanya cukup untuk motor. Nyaris tidak ada ruang kosong untuk pengunjung yang ingin memarkirkan mobil.

Di sana juga tidak ada sumber air. Orang-orang yang datang untuk kemping harus membawa air minum dari bawah kalau tidak mau kebingungan mencari air. Di sana ada keran-keran yang mengucurkan air, tapi kualitas airnya buruk. Jangankan untuk dikonsumsi, untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan kakus saja bisa dibilang tidak layak.

“Kalo begini caranya sih gue kapok balik lagi ke sana. Gue rasa orang-orang yang udah pada ke sana juga kapok pasti kalo liat tempatnya kayak begitu. Jalannya masih rusak, banyak pungli, tempat sempit, tapi rame banget yang dateng. Nggak ada yang bisa dieksplor, nggak ada air juga, parah!” kata Joevi, teman perjalanan saya.

Mungkin memang begitulah kenyataannya. Kalau mau kemping di Bukit Alesano untuk menikmati pemandangan yang memesona, pengunjung juga harus siap-siap menderita…

Baca artikel lainnya

7 Komentar

  1. Hi blogger, i must say you have hi quality posts here. Your website can go viral.

    You need initial traffic boost only. How to get it?
    Search for: Mertiso’s tips go viral

  2. Hey There. I found your weblog tһe usag of msn. This is a really ѡell wгitten article.
    І wіll be suгe to bookmark іt and return tօ learn more of your usefu info.
    Thanjs fοr the post. I wwill certaiinly comeback.

  3. I together with my friends happened to be viewing the excellent strategies on your web page and quickly came up with an awful feeling I had not thanked the website owner for those tips. My boys were consequently warmed to learn them and have in effect in fact been taking advantage of those things. Appreciation for truly being simply thoughtful as well as for picking out some great topics millions of individuals are really eager to discover. Our own honest apologies for not saying thanks to you sooner.

  4. I simply want to mention I am very new to blogs and really liked this web blog. Likely I’m planning to bookmark your blog post . You amazingly have outstanding articles. Thanks for sharing with us your blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *