Berburu Sunrise di Puncak Kelimutu

Gunung Kelimutu menjadi salah satu destinasi wisata favorit para pelancong yang singgah di Pulau Flores. Meskipun berbentuk gunung, namun objek wisata yang berada di Kabupaten Ende itu lebih dikenal sebagai danau.

Mungkin masih banyak yang bertanya, apa sih keistimewaan Kelimutu? Sebetulnya ada banyak keistimewaan yang bisa ditemukan di Taman Nasional Kelimutu. Mulai dari bentang alamnya, flora dan faunanya, sampai keindahan pemandangan alamnya.

Namun, biasanya wisatawan umum (bukan peneliti) datang ke Kelimutu untuk menikmati pemandangan indah di puncaknya. Pemandangan itu berupa danau tiga warna, gunung-gunung di sekitarnya, dan juga fenomena matahari terbit yang cantik di pagi hari.

Bagaimana Cara ke Kelimutu?

Ada dua cara bisa ditempuh untuk mencapai Kelimutu, yaitu melalui kota Ende dan lewat Maumere. Siapapun yang mau melihat sunrise di Kelimutu, disarankan bermalam di Moni, sebuah desa kecil yang terletak di kaki Gunung Kelimutu.

Teman-teman bisa menyewa penginapan di Moni. Penginapan di sana bertipe homestay. Harganya bervariasi, mulai dari 100 ribu sampai 400 perkamar. Kalau berkunjung di musim libur panjang, lebih baik booking dulu jauh-jauh hari karena biasanya penuh.

Kalau mau melihat sunrise di puncak Kelimutu, lebih baik pengunjung menyewa mobil dari awal dengan paket melihat sunrise. Soalnya, ojek yang mengantar ke Kelimutu masih sangat jarang, terutama kalau mau melihat sunrise.

Supaya bisa melihat sunrise, biasanya pengunjung mulai beranjak dari Moni sekitar pukul 03.30 subuh. Kenapa pagi sekali? Sebab perjalanan ke tempat parkir lalu dilanjutkan ke puncaknya memakan waktu sekitar satu jam.

Lain cerita kalau datang agak siang dan memang tidak mengejar sunrise, ada beberapa ojek yang siap mengantar dari Moni ke parkiran Kelimutu. Tarifnya sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu, tergantung negosiasi dengan si ojek.

Sebelum tiba di parkiran, pengunjung harus bayar tiket masuk Taman Nasional Kelimutu sebesar Rp 7.500. Dari parkiran ke puncak Kelimutu, pengunjung harus jalan kaki menyusuri jalan setapak di tengah hutan sekitar 1,5 km.

Meskipun terlihat dekat, perjalanan ke sana cukup melelahkan karena banyak trek menanjak. Siapkan fisik juga ya, sebab kita akan menaiki anak tangga yang jumlahnya ribuan, mirip seperti saat akan mendaki Gunung Bromo di Malang, Jawa Timur.

“Petunjuk jalannya agak sulit dilihat karena masih sangat gelap. Kita juga sempat nyadar. Tapi perjalanan melelahkan ini nggak sia-sia setelah kita melihat sunrise yang indah di sana,” kata Suci, teman perjalanan saya asal Bogor.

Persiapan Sebelum ke Kelimutu

Hal yang pasti harus dibawa saat mau mendaki ke puncak Kelimutu adalah air minum. Sebab perjalanan ke sana cukup melelahkan. Kalau datang pagi-pagi, nggak ada salahnya siapkan roti atau cemilan lainnya sebagai pengganjal perut.

Buat umat muslim, air minum juga sangat berguna untuk wudhu. Sebelum matahari terbit, bisa solat subuh terlebih dulu di sekitar tugu puncak Kelimutu. Teman-teman tidak perlu khawatir kalau kehabisan air. Di sana ada banyak penjual minuman dan makanan hangat.

Selain itu, teman-teman yang beragama islam sebaiknya siapkan sarung dan sajadah dari bawah. Teman-teman bisa melakukan solat subuh di puncak Kelimutu karena di sana tersedia area yang bersih dan cukup datar untuk solat.

Kalau teman-teman berangkat pagi dan mau melihat sunrise, jangan lupa bawa senter. Sebab perjalanan ke puncak Kelimutu sangat gelap, tidak ada penerangan sama sekali. Syal atau sarung juga penting dibawa sebagai penghangat badan dari dinginnya udara di area gunung Kelimutu.

Kurang lebih begitulah penjelasan singkat saya tentang perjalanan ke Kelimutu. Kalau ada yang mau ditanyakan, jangan ragu buat menghubungi saya. Siapa tau saya bisa bantu. Semoga artikel ini bermanfaat. Selamat berlibur!

Baca cerita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *