5 Tips Singkat Sebelum Liburan ke Sawarna

Kecantikan pantai-pantai di desa Sawarna seperti jadi magnet yang selalu menarik perhatian pengunjung. Nggak heran kalau setiap musim liburan datang, Sawarna selalu penuh dipadati wisatawan, baik domestik maupun internasional. Sebelum liburan ke Sawarna, saya punya tips yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan.

Tentukan transportasi

Sebelum berangkat ke Sawarna, tentukan dulu mau pergi dengan moda transportasi apa, mobil pribadi, motor, atau angkutan umum?Soalnya, alat transportasi ini akan sangat menentukan kualitas liburan kalian di Sawarna.

Kalau pergi dengan mobil atau motor pribadi, kalian bebas mau datang dan pulang kapan pun. Tapi kalau naik angkutan umum, kalian harus menyesuaikan diri dengan jam operasional angkutan umum itu.

Sejauh ini, satu-satunya angkutan umum ke Sawarna adalah ELF. Sayangnya, jadwal ELF dari Pelabuhan Ratu (Sukabumi) ke Sawarna cuma ada satu keberangkatan dalam sehari, sekitar jam 13.00 siang.

Kalau nggak sempet ngejar ELF ini, kalian bisa naik ELF jurusan Bayah dengan tarif Rp 30.000, lalu turun di pertigaan Sawarna. Dari pertigaan itu, nyambung ojek ke Sawarna. Biayanya kena Rp 40.000.

Siapkan fisik

Akses ke Sawarna dari arah Serang maupun dari Pelabuhan Ratu terbilang ekstrem. Perjalanan akan melintasi perbukitan dengan tanjakan dan turunan terjal. Mau naik mobil atau naik motor, intinya hati-hati.

Jalan dari Pelabuhan Ratu ke Sawarna emang mulus beraspal, tapi justru sering menimbulkan masalah. Terkadang jalan yang mulus beraspal ini justru bikin pengemudi lupa diri, kebut-kebutan, dan berujung celaka.

“Kalau lewat sini emang harus hati-hati karena jalannya naik-turun dan belok-belok. Pas tahun baru 2016 kemarin banyak yang kecelakaan di sini. Tiga orang meninggal, semuanya dari Jakarta,” kata Asep, seorang tukang ojek.

Pilih waktu berkunjung

Penentuan waktu berkunjung tak kalah penting. Pastikan datang pas musim kemarau dengan cuaca cerah supaya keindahan Sawarna terlihat jelas. Kalau musim hujan biasanya langit mendung dan badai di lautan.

Buat yang hobi berselancar, disarankan untuk datang pada bulan-bulan Agustus-Januari, di mana ombak sedang tinggi. Di luar bulan-bulan itu, gelombang ombak kecil dan membuat kegiatan berselancar kurang berkesan.

“Kalau mau berselancar di sini harus bawa papan selancar sendiri. Soalnya di sini belum ada yang nyewain papan selancar, kalaupun ada mahal banget, beda sama di Bali,” kata Ade, salah satu pemandu wisata di Sawarna.

Cari penginapan murah

Salah satu hal terpenting yang wajib diperhatikan adalah penginapan. Penginapan di Sawarna sangat banyak, silakan browsing-browsing di internet untuk ngeliat penginapan yang pas dan cocok dengan saldo yang ada.

Setelah nemu penginapan yang pas, lebih baik langsung di-booking. Soalnya kalau pas musim liburan, kadang penginapan penuh dan disewakan dengan harga tinggi. Jadi emang harus pinter-pinter memilih waktu yang pas.

Harga penginapan di Sawarna berkisar antara Rp 50-600 ribu rupiah, tergantung fasilitas. Tapai kalau pas liburan panjang, pemilik penginapan suka kasih tarif tinggi. Perkamar sampai Rp 650 ribu permalam.

Siapkan bekal uang

Sebelum sampai di Sawarna, jangan lupa bawa perbekalan uang yang cukup. Soalnya, di Sawarna belum ada ATM. ATM terdekat ada di pusat kecamatan Bayah, jaraknya sekitar 15 kilometer dari Sawarna. Lumayan kan.

Sekarang di Sawarna ada dua minimarket, Alfamart dan Indomart. Sebetulnya dua minimarket itu bisa melayani pengambilan tunai dengan kartu kredit, tapi orang-orang bilang sering gagal dan kadang saldonya nggak cukup.

Semoga bermanfaat!

Baca cerita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *