Perbedaan Periksa Kehamilan di Bidan dan Dokter Kandungan

Periksa kehamilan perlu dilakukan untuk memantau perkembangan janin di dalam kandungan. Tapi, banyak orang merasa bingung, lebih baik kontrol kehamilan di bidan atau di dokter kandungan, ya?

Alhamdulillah, waktu hamil anak pertama, saya dan istri bisa ngerasain periksa kehamilan di bidan dan dokter kandungan. Jadi, saya bisa sharing-sharing sedikit tentang perbedaan kontrol kehamilan di bidan dan di dokter kandungan, termasuk soal kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sebagai pembuka, saya coba cerita dari awal, ya. Jadi, setelah ketahuan positif hamil dari tespek, saya dan istri langsung periksa ke bidan pakai fasilitas BPJS. Bidan enggak bisa memastikan kondisi janin karena enggak ada fasilitas USG di klinik itu.

Atas saran ibu mertua, saya dan istri juga periksa ke dokter kandungan di rumah sakit di hari yang sama. Nah, dari situ kita mulai ngerasain perbedaan di antara keduanya. Mulai dari metode pemeriksaan, alat yang digunakan, termasuk biaya yang dikeluarkan.

Perbedaan, Kelebihan, dan Kekurangan

Berdasarkan pengalaman saya dan istri, ada beberapa perbedaan yang kita rasakan dari periksa kehamilan di bidan dan di dokter kandungan. Tapi sebelum itu, saya mau tegaskan bahwa hal-hal yang saya ceritakan di bawah ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi, ya.

1. Antrian di RS lebih panjang

Hal pertama yang paling membedakan antara periksa kehamilan di bidan dan di dokter kandungan adalah antriannya. Waktu beberapa kali periksa di bidan, kita enggak pake antri lama. Sebaliknya, kita harus nunggu paling cepat 30 menit untuk periksa di dokter kandungan. Mulai dari ngurus administrasi rumah sakit sampai pemeriksaan di ruang dokter.

Kebetulan waktu itu kita pilih dokter yang cukup terkenal, jadi pasti pasiennya banyak banget. Kalau periksa di dokter yang terkenal, antrinya bisa berjam-jam. Saya pernah daftar jam 7 malam baru diperiksa sekitar jam 10 malam. Ya, saking banyaknya pasien yang mau periksa kehamilan sama dokter itu.

2. Konsultasi di bidan lebih detail

Dari sisi konsultasi, durasi pemeriksaan di bidan cenderung lebih lama. Saya dan istri pernah diperiksa sampai lebih dari 30 menit. Pemeriksaan itu meliputi konsultasi dan pemeriksaan perut. Menurut saya, enggak tau kenapa, pemeriksaan di bidan itu cenderung lebih detail daripada di dokter kandungan.

Berbeda dengan bidan, durasi periksa kehamilan di dokter kandungan cenderung lebih singkat. Oke, mungkin dokter bisa meriksa lebih cepat karena didukung alat-alat yang canggih. Tapi, kadang dokter terlalu buru-buru meriksanya. Waktu konsultasi di dokter juga pendek banget, bisa cuma 5 menit dan paling lama 10 menit. Terutama kalau pasiennya banyak.

3. Peralatan di RS lebih lengkap

Salah satu perbedaan yang paling kelihatan antara periksa kehamilan di bidan dan dokter kandungan adalah peralatan medis yang digunakan. Bidan punya USG, tapi USG-nya cuma bisa menangkap suara dan gerakan janin tanpa ada visualnya. Sedangkan USG di rumah sakit lebih canggih, ada yang 2D, 3D, bahkan 4D. Jadi kita bisa lihat kondisi janin secara detail.

Nah, soal peralatan ini berhubungan sama poin nomor 2. Keterbatasan peralatan inilah yang membuat pemeriksaan di bidan lebih lama, soalnya mereka harus meraba perut pasien berulang-ulang untuk mencari tahu posisi kepala janin, tangan, dan lain sebagainya secara manual. Kalau di dokter kan, bisa langsung kelihatan dengan USG.

4. Biaya periksa di bidan lebih murah

Satu hal yang pasti, biaya periksa kehamilan bidan lebih murah dibandingkan dengan dokter kandungan. Bahkan, kita enggak perlu bayar kalau periksa dengan BPJS. Sedangkan biaya periksa kehamilan di dokter itu berbeda-beda, tergantung dokter dan rumah sakitnya. Biasanya periksa di rumah sakit juga akan lebih besar biayanya karena ada tambahan biaya USG dan obat-obatan.

Karena saya dan istri memilih periksa kehamilan di dokter yang terkenal, biaya sekali kontrol adalah Rp185.000. Itu baru biaya kontrol dokter, ya. Kalau ditambah biaya periksa dan cetak hasil USG dan obat-obatan, total biayanya kurang lebih Rp350.000 sekali kontrol. Tapi, biayanya bisa lebih besar atau lebih kecil dari itu, tergantung dari obat-obatan yang diberikan.

Kesimpulannya, periksa kehamilan bidan dan dokter punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perlu dikasih garis bawah, yang tertulis di sini hanyalah pengalaman pribadi saya dan istri, ya. Bukan teori pasti dan berlaku di semua bidan dan dokter kandungan!

Semoga bermanfaat!

Nikmati cerita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *