24 Jam Membosankan dari Labuan Bajo ke Mataram

Perjalanan laut dari Labuan Bajo ke Sape memakan waktu sekitar lima jam.
Perjalanan laut dari Labuan Bajo ke Sape memakan waktu sekitar lima jam.

Setelah menghabiskan lima hari empat malam di Flores dan Kepulauan Komodo, perjalanan saya dan teman-teman berlanjut ke Mataram, Lombok. Untuk mencapai ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat itu, kami harus menghabiskan 24 jam membosankan dari Labuan Bajo.

Sebelum berangkat kami browsing dan bertanya kesana-kemari. Akhirnya kami memilih melanjutkan perjalanan ke Mataram dengan bus langsung. Rutenya adalah Labuan Bajo – Bima – Dompu – Sumbawa Besar – Mataram.

Dari Labuan Bajo kami sudah membeli tiket bus langsung jurusan Mataram. Harga tiketnya Rp 375 ribu per orang, tapi karena petugas tiketnya kenal dengan Pak Rafli akhirnya kami cuma bayar Rp 350 ribu.

Meskipun tertulis naik bus langsung, kami harus dua kali naik bus plus dua kali naik kapal ferry. Memang begitulah rute yang harus ditempuh. Kelebihan metode ini adalah, kita tak perlu repot-repot ngeteng.

“Nggak perlu khawatir mas. Jadi nanti di Pelabuhan Sape mas tinggal cari shuttle bus sesuai nama busnya. Dari situ mas akan langsung diantar ke Terminal Bima. Barulah berangkat ke Mataram,” kata petugas tiketnya.

Ada banyak pilihan bus yang bisa mengantar kita dari Labuan Bajo ke kota lain seperti Mataram, Denpasar, Surabaya, bahkan sampai Jakarta. Umumnya bisnya adalah Tiara Mas, Surya Kencana, Langsung Indah, dll.

Kita hanya sekali membeli tiket di Labuan Bajo. Selanjutnya, kita tak perlu mengeluarkan uang lagi karena itu tiket terusan, sudah termasuk biaya dua kali naik kapal ferry dan shuttle bus dari Sape ke Bima.

Perjalanan Labuan Bajo – Sape memakan waktu sekitar lima jam. Perjalanan itu sangat membosankan karena yang bisa dilihat cuma laut. Di kapal kita bisa menyewa kamar dengan dua kasur tingkat seharga Rp 100 ribu.

Kamar itu muat untuk tidur empat orang, cocok buat yang pergi rombongan dan membawa banyak barang bawaan. Kalau mau lebih hemat, bisa duduk-duduk di deck maupun di dalam kapal. Di sana juga ada kantin.

Saya sarankan sebelum naik ke kapal beli makanan terlebih dulu. Sebab di kapal cuma menjual makanan ringan dan mie instan. harganya juga tidak murah. Mie instan dengan telur dijual dengan harga Rp 15 ribu.

Bentang alam di Sumbawa tak kalah indah dari Flores. Perjalanan waktu itu agak tersendat karena longsor.
Bentang alam di Sumbawa tak kalah indah dari Flores. Perjalanan waktu itu agak tersendat karena longsor.

Tiba di Sumbawa

Setibanya di Pelabuhan Sape, kami langsung diarahkan menuju ke terminal bus yang jaraknya cuma tiga menit dari pelabuhan. Di sana sudah menunggu shuttle bus yang mau mengantar kami ke Terminal Bima. Perjalanannya sekitar satu jam.

Shuttle bus ini mirip dengan Metro Mini di Jakarta. Di badan bus mini itu tertulis nama-nama bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang akan berangkat dari Terminal Bima. Kita harus naik sesuai dengan tiket bus yang kita beli sebelumnya.

Kami tiba di Bima sekitar jam 16.00. Bus AKAP dari Bima ke Mataram berangkat sekitar jam 18.30. Lucunya, bus-bus dengan merek berbeda itu berangkat beriringan. Mereka berjalan dengan kecepatan tinggi karena memang jalanan sangat kosong.

Perjalanan bus ini tak kalah membosankan dari perjalanan kapal ferry tadi. Karena kami jalan malam hari, pemandangan indah di Sumbawa sama sekali tak terlihat. Saran saya, minum antimo sebelum berangkat supaya bisa tidur sepanjang jalan.

Sekitar pukul 01.30, kami sempat berhenti sebentar di Sumbawa Besar untuk makan. Tiga jam kemudian, tibalah kami di Pelabuhan Poto Tano. Kami naik kapal ferry lagi untuk mencapai Pulau Lombok selama kurang lebih 45 menit.

Kalau naik kapal ferry dari Sumbawa ke Lombok, siap-siap sediakan penutup kuping karena di sana banyak pengamen yang “manggung” di depan penumpang. Penampilan mereka sangat mengganggu penumpang yang mau istirahat di waktu subuh.

Kami sampai di Pelabuhan Kayangan Lombok sekitar pukul 06.00 pagi. Setelah perjalanan agak tersendat karena aktivitas pasar tumpah di sepanjang perjalanan, akhirnya kami tiba di Mataram pukul 09.00, tepat 24 jam perjalanan dari Labuan Bajo.

 

Share this article to Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Baca artikel lainnya

1 Komentar

  1. I wish to convey my love for your kind-heartedness supporting all those that have the need for help on that area. Your very own commitment to getting the message along ended up being really significant and have frequently helped guys much like me to reach their targets. Your entire insightful tips and hints indicates much to me and even further to my peers. Regards; from everyone of us.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *