Spider Web Cancar, Simbol Persatuan Masyarakat Manggarai

Pemandangan spider web alias linko yang berada di Ruteng, Manggarai Timur.

Pemandangan spider web alias linko yang berada di Ruteng, Manggarai Timur.

Setelah mampir ke Taman Perenungan Bung Karno, Pantai Batu Hijau, Desa Adat Bena, dan Pemandian Air Panas Soa, kini tiba saatnya melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, kota yang jadi pintu masuk utama menuju Kepulauan Komodo.

Sebelum tiba di Labuan Bajo, saya dan teman-teman sempat diajak Pak Buang, pemandu perjalanan kami, ke sebuah desa bernama Cancar. Desa ini terletak di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Timur.

Pemandangan di Manggarai Timur berbeda drastis dengan apa yang saya lihat di Manggarai Barat. Kalau Manggarai Barat dihiasi pesisir yang panas dan kering, Manggarai Timur terdiri dari pegunungan yang hijau, sejuk, dan asri.

“Nenek moyang masyarakat Manggarai sudah menerapkan sistem pembagian Lingko. Lingko adalah tanah adat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami sudah lama mengenalnya,” kata Pak Basa.

Yang kami lihat di Cancar adalah sebuah pemandangan berupa sawah yang tersusun rapi menyerupai sarang laba-laba. Wisatawan sering menyebutnya dengan istilah Spider Web Cancar. Orang lokal menyebutnya dengan Linko.

Untuk melihat keindahan Linko, kita harus mendaki ke puncak bukit. Dari sana kita bisa lihat sawah dengan pola berbentuk jaring laba-laba yang rapi. Pemandangan itu semakin sempurna kalau kita ke sana sebelum musim panen. Jadi sawahnya masih utuh.

Saat turun dari puncak bukit, saya sempat ngobrol dengan penduduk setempat, namanya Pak Basa. Menurut beliau, Linko itu tidak dibentuk dengan sendirinya, tapi merupakan simbol persatuan masyarakat Manggarai yang diturunkan oleh nenek moyang.

Share this article to Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *