Kisah Bung Karno, Ende, dan Pancasila

Patung Bung Karno duduk di taman perenungan menghadap ke laut selatan Ende.
Patung Bung Karno duduk di taman perenungan menghadap ke laut selatan Ende.

Setelah singgah sebentar di Kelimutu, perjalanan saya berlanjut ke pusat kota Ende, tepatnya ke Taman Perenungan Bung Karno. Sekilas taman itu tampak biasa, tapi ada banyak makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

Menurut catatan sejarah, Bung Karno pernah diasingkan ke Ende pada Januari 1934 sampai Oktober 1938. Beliau diasingkan Belanda supaya tidak berbaur dengan masyarakat luas dan menyebarkan semangat nasionalisme.

Tapi ternyata, pengasingan Bung Karno ke Ende justru menghasilkan dampak positif. Bung Karno bisa berbaur dengan penduduk setempat dan lebih mengenal Indonesia. Di sana juga lah Bung Karno menemukan rumusan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.

Di Taman Pengasingan Bung Karno terdapat replika patun Bung Karno yang duduk di kursi panjang menghadap ke arah laut. Konon, di tempat itu lah beliau selalu menghabiskan sore harinya, sembari merenung.

Di sana juga berdiri sebuah pohon sukun yang kini bernama pohon pancasila. Dulu Bung Karno sering duduk di bawah pohon sukun itu sambil merenung. Hanya, pohon sukun yang sekarang adalah pohon baru. Pohon sukun yang asli sudah tumbang sekitar tahun 1960-an.

Di bawah pohon sukun yang baru itu tertulis, “Di kota ini kutemukan lima butir mutiara. Di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan nilai-nilai luhur pancasila.”

Wajah situs rumah pengasingan Bung Karno tampak dari depan.
Wajah situs rumah pengasingan Bung Karno tampak dari depan.

Tak jauh dari taman itu berdiri museum Rumah Pengasingan Bung Karno. Di rumah itulah Bung Karno tinggal saat beliau diasingkan ke Ende. Sayangnya, saat saya berkunjung museum itu sedang tutup, entah karena apa.

Berdasarkan referensi yang saya baca, peninggalan Bung Karno di rumah itu masih tertata rapi. Mulai dari kasur di kamar tidurnya, kursi-kursi di ruang keluarganya, dan masih banyak peninggalan lainnya.

“Sekilas taman ini tampak biasa. Tapi di sinilah falsafah dasar negara kita pancasila dirumuskan,” tutur Beri, teman perjalanan saya sambil mengenang perjalanan ke Flores.

Kalau ada waktu dan rejeki, tidak ada salahnya memasukkan nama Ende dalam daftar tujuan wisata. Singgah sejenak di sana, lihat dan resapi makna Pancasila di tanah kelahirannya…

Baca artikel lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *