Menemukan Semangat Gotong Royong di Balik Istana Rayap Musamus

“Menemukan Semangat Gotong Royong di Balik Istana Rayap Musamus”

Menemukan Semangat Gotong Royong di Balik Istana Rayap Musamus. Mungkin judul itulah yang paling tepat untuk mengawali kumpulan foto Musamus di artikel ini. Musamus memang dibangun selama bertahun-tahun secara gotong royong oleh rayap bernama Macrotermes.

Sebelum tumbuh besar sampai ketinggian tiga hingga lima meter, koloni rayap ini harus membangun fondasi bangunan sekitar satu sampai dua tahun. Mereka menjadikan Musamus ini sebagai istana sekaligus tempat tinggal, dimana ada ratu rayap di dalamnya.

Kalau dilihat-lihat, sekilas Musamus berbentuk seperti buah belimbing yang dipotong menjadi dua bagian dan dibuat tegak berdiri. Meskipun dibuat dari tanah, Musamus sangat keras seperti batu. Konturnya juga sangat kasar, menyerupai kulit buah sukun.

 

Perbandingan tinggi Musamus dengan badan saya. Ukuran Musamus di atas kurang lebih dua kali tinggi badan saya, yaitu sekitar 3,3 meter.

Perbandingan tinggi Musamus dengan badan saya. Ukuran Musamus di atas kurang lebih dua kali tinggi badan saya, yaitu sekitar 3,3 meter.

Musamus tanah hujan, angin, dan badai.

Keberadaan Musamus mengandung makna filosofis tentang semangat gotong-royong rayap Macrotermes dalam mendirikan istana yang tahan hujan, angin, dan badai.

Kontur Musamus

Beginilah kontur Musamus kalau dilihat dari dekat. Di sana ada celah-celah yang menjadi fentilasi bagi koloni rayap Macrotermes yang menghuni bangunan itu.

Inilah wujud Musamus yang sesungguhnya. Ketinggiannya dari 1 meter sampai 3 meter.

Salah satu Musamus yang berada di Distrik Sota. Kalau berjalan lebih jauh ke pedalaman Taman Nasional Wasur, kita bisa menemukan lebih banyak Musamus.

Sebuah Musamus berdiri di wilayah Papua Nugini. Foto diambil di Taman Merah-Putih, Sota.

Sebuah Musamus berdiri di wilayah Papua Nugini. Foto diambil di Taman Merah-Putih, atau sekitar 1 kilometer dari gerbang batas RI-PNG di Distrik Sota.

Share this article to Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *