Perjalanan Hati ke Ujung Negeri

“Perjalanan Hati ke Ujung Negeri”

Banyak orang bertanya, ngapain sih ke Merauke? Emang ada apa di sana? Tempat wisatanya apa? Semua orang sepertinya pingin tau, kenapa saya berwisata ke Merauke. Sebelum menjawab itu, saya mau meluruskan dulu. Saya ke Merauke bukan untuk berwisata. Saya mau melihat Indonesia, saya mau belajar dari apa yang saya temui di sana.

Apa yang saya temukan di sana sangat menarik. Ada banyak hal baru yang saya pelajari dan pastinya akan menambah pengalaman dalam hidup saya. Ngomong-ngomong, ini adalah kumpulan foto kunjungan saya ke Sota. Sebuah distrik yang berada di ujung timur Nusantara. Saya menamakan perjalanan ini sebagai perjalanan hati ke ujung negeri…

Pemandangan sepanjang perjalanan dari Merauke-Sota.
Mobil Hi-Line melintas di jalan Trans-Papua. Beginilah pemandangan sepanjang jalan Trans-Papua dari Merauke ke Sota.
Rumah tradisional Suku Marind bisa ditemukan di sepanjang jalan Trans-Papua. Sebagian dari mereka masih hidup nomaden.
Rumah tradisional Suku Marind bisa ditemukan di sepanjang jalan Trans-Papua. Sebagian dari mereka masih hidup nomaden.
Pepohonan bus berdiri kokoh di Taman Nasional Wasur. Suku Marind memanfaatkan kulit pohon ini sebagai atap rumah.
Barisan pohon bus berdiri kokoh di Taman Nasional Wasur. Suku Marind memanfaatkan kulit pohon ini sebagai atap rumah.
Tugu Sabang-Merauke di Sota. Bentuknya sama persis dengan tugu nol kilometer yang berada di Sabang, Provinsi Aceh.
Tugu Sabang-Merauke di Sota. Bentuknya sama persis dengan tugu nol kilometer yang berada di Sabang, Provinsi Aceh.
Inilah Damri yang menghubungkan merauke dengan Sota. Bus ini jadi angkutan utama sewlain Hi-Line.
Inilah Damri yang menghubungkan Merauke dengan Sota. Bus ini jadi angkutan utama para penduduk yang ingin ke kota selain Hi-Line.
Gerbang batas Indonesia dengan Papua Nugini. Untuk masuk ke sana kita tak perlu paspor, yang penting lapor petugas perbatasan.
Gerbang batas Indonesia dengan Papua Nugini. Untuk masuk ke sana kita tak perlu paspor, yang penting lapor petugas perbatasan.
Taman Merah-Putih berada di wilayah Papua Nugini. Sebagian orang PNG sering keluar masuk jalur ini untuk belanja di Sota.
Taman Merah-Putih berada di wilayah Papua Nugini. Sebagian orang PNG sering keluar masuk jalur ini untuk belanja di Sota.
Barang dagangan di Pasar Tradisional Batas Negara. Sayangnya, kebanyakan dari pedagang masih menjual pernak-pernik dari rusa atau kangguru yang dibunuh.
Barang dagangan di Pasar Tradisional Batas Negara. Sayangnya, kebanyakan dari pedagang masih menjual pernak-pernik dari rusa atau kangguru yang dibunuh.
Inilah wujud Musamus yang sesungguhnya. Ketinggiannya dari 1 meter sampai 3 meter.
Inilah wujud Musamus yang sesungguhnya. Ketinggiannya dari 1 meter sampai 3 meter. Musamus cuma ada di Merauke dan sebagian wilayah utara Australia.
Salah satu perkebunan yang dikelola Pak ma'ruf Suroto. Dia adalah polisi inspiratif yang turut berperan mengembangkan Sota.
Salah satu perkebunan yang dikelola Pak ma’ruf Suroto. Dia adalah polisi inspiratif yang turut berperan mengembangkan Sota.
Sota travelusmuliawan.com
Selain berkebun, Pak Ma’ruf juga memelihara binatang langka seperti rusa dan kasuari. Populasi kedua binatang itu sudah jauh berkurang karena perburuan liar di alam bebas.
Bertemu dua teman baru dari Merauke, Dian (kiri) dan Wahyu. Merekalah yang membuat rencana saya menjelajah Merauke terwujud.
Bertemu dua teman baru dari Merauke, Dian (kiri) dan Wahyu. Merekalah yang membantu saya sehingga rencana menjelajah Merauke terwujud.

 

Baca artikel lainnya

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *