Halo Merauke!

Foto ini cuma bisa diabadikan di Merauke lho!
Foto ini cuma bisa diabadikan di Merauke lho!

Di antara perjalanan saya sebelum-sebelumnya, perjalanan ke Merauke mungkin adalah yang paling spesial. Soalnya, rencana perjalanan ini saya susun secara dadakan (banget) dan yang nggak kalah gila adalah, saya pergi sendirian!

Ide untuk terbang ke Merauke muncul tiba-tiba pas lagi nyapu rumah senin pagi. Nggak tau kenapa tiba-tiba muncul ide, udah beli tiket ke Jayapura untuk silaturahmi dengan keluarga di sana kenapa nggak sekalian aja ke Merauke?

Kebetulan, saya masih punya tiket free two Garuda Indonesia. Jadi saya cuma bayar 10-15 persen dari harga tiket aslinya. Pas saya cek, harganya cuma Rp 1,3 juta pulang-pergi. Dengan fasilitas free two, saya cuma bayar Rp 380 ribu.

Mungkin banyak yang bertanya, apa itu fasilitas free two? Jadi, alhamdulillah bapak saya adalah pensiunan Garuda Indonesia. Nah, dulu itu karyawan bisa mendaftarkan keluarganya untuk mendapatkan tiket gratis setiap tahun.

Jadi inget cerita waktu itu. Sambil ngumpulin keberanian, saya mulai googling soal Merauke. Alhamdulillah saya dapet kontak seorang temen bernama Wahyu Ainurohim. Saya nemu kontaknya dari situs www.sotamerauke.com.

Nah, dari Wahyu itulah jalan saya menuju Merauke terbuka. Belakangan akhirnya kita ketemu di Sota, tepatnya di rumah Pak Ma’ruf Suroto, polisi yang dulu sering masuk tv karena jasanya dalam mengembangkan wilayah perbatasan.

Nggak nyangka, saya bisa menempuh perjalanan sejauh 5.200-an kilometer dari Sabang sampai Merauke sepanjang bulan Februari 2016 kemarin. Terima kasih Tuhan, terima kasih Bapak, terima kasih Garuda Indonesia ✌😃

Baca artikel lainnya

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *