Mucho Gusto, Campos!

Bersama pelatih fisik Rio asal Spanyol, Moises veila Blanch.
Bersama pelatih fisik Rio asal Spanyol, Moises veila Blanch.

Tulus: Hola senor Campos, como estas? (Halo Pak Campos apa kabar?)

Campos: Muy bien (Ya sangat baik)

Tulus: Soy periodista desde Indonesia. Yo trabajo en periodico de Bola. Los mayores desporte medios en Indonesia. (Saya wartawan dari Indonesia. Saya kerja di koran Bola. Media massa olahraga terbesar di Indonesia.

Campos: Wow muy bien. Bienvenido en Campos Racing! (Wow, keren. Selamat datang di Campos Racing!)

Itulah potongan pembicaraan singkat saya dengan bos Campos Racing yang juga mantan pebalap Formula 1, Adrian Campos, dalam bahasa Spanyol sesaat setelah tiba di Sirkuit Hungaroring. Dia sangat antusias menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang saya ajukan dalam pertemuan siang itu.

Kemampuan saya berbahasa Spanyol ternyata benar-benar berguna. Beberapa tahun lalu, saya sempat ikut kursus bahasa Spanyol di Jakarta. Alasan utamanya adalah, Spanyol adalah negara paling berprestasi di dunia olahraga, Mereka punya juara-juara dunia dari berbagai cabang olahraga.

Nah, sebagai wartawan olahraga, saya pikir kemampuan berbahasa Spanyol akan sangat mendukung dan membantu saya mengembangkan wawasan. Sambil curi-curi waktu kerja ketika itu, saya sempatkan untuk ambil kelas di hari sabtu. Agak lelah si, tapi alhamdulillah, ilmu bermanfaat.

Sambutan positif bukan cuma diberikan pak Adrian Campos, tapi juga hampir seluruh kru Campos Racing. Kebanyakan mereka heran karena saya bisa menyapa dan bertanya-tanya beberapa hal kepada mereka dalam bahasa Spanyol. Hal itu memudahkan saya berbaur dengan mereka.

Moi: Tu hablas espanol? (Kamu bisa bahasa Spanyol?)

Tulus: Si, pero no buen. Yo estudio por tres meses. (Iya, tapi nggak lancar. Saya belajar tiga bulan)

Moi: Donde estudias? (Kamu belajarnya dimana?)

Tulus: Yo estudio en UCAM. Vosotros abre la clase en Yakarta. (Saya belajar di UCAM. Mereka buka kelas di Jakarta) 

Moi adalah pelatih fisik Rio dari Barcelona, Spanyol. Nama lengkapnya adalah Moises Veila Blanch. Setelah obrolan pembuka dalam bahasa Spanyol, kami melanjutkannya dalam bahasa Inggris. Dia bilang pernah ke Solo, kampungnya Rio Haryanto. Dan masih banyak hal lain yang kita bicarakan siang itu.

Pokoknya pengalaman itu seru banget! Lewat tulisan ini, intinya saya mau bilang, nggak selamanya orang Indonesia itu rendah dan orang Barat itu tinggi. Kalau kita punya kemampuan, kita pasti dihargai orang lain. Anyway, mucho gusto, Campos! Senang berkenalan dengan kalian!

Baca artikel lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *