Dingin Budapest dan Senyum Hangat Rio

Foto bareng Rio di hari kedua GP2 Series Hungaria.

Foto bareng Rio di hari kedua GP2 Series Hungaria.

Berbeda dari dua hari sebelumnya, Minggu pagi ini jalan-jalan di Budapest basah. Rupaya Sabtu malam kemarin hujan. Saya tak menyadarinya lantaran langsung tidur lelap sesaat setelah mengirim berita untuk portal online.

Hujan yang turun semalam turut memengaruhi suhu udara pagi ini. Sesaat setelah tiba di Sirkuti Hungaroring, udara dingin membelai lembut tubuh saya. Meskipun memakai jaket, saya tidak bisa menghalau dinginnya udara Budapest hari ini.

Sebelum berangkat ke Eropa, saya lebih dulu memerhatikan prediksi cuaca dari Jakarta. Saya lihat sepanjang minggu ini cuaca Budapest cukup bersahabat karena suhu udara berkisar di angka 22 sampai 25 derajat celcius.

Tapi belakangan saya menyadari bahwa 22 derajat celcius di Budapest tidak sama dengan di Jakarta. Di sana lebih dingin dan lembab, tidal seperti di Jakarta yang panas karena diselimuti polusi udara sepanjang hari.

“Hasil ini sangat positif menjelang liburan panjang. Rio bisa tersenyum, saya yakin kepercayaan dirinya meningkat. Dia bisa berlibur dengan tenang,” kata pelatih balap Rio asal Belanda, Dennis van Rhee.

Senyum hangat dari bibir tipis Rio

Entah kenapa, saya seperti lupa akan rasa dingin yang saya rasakan sejak pagi tadi setelah melihat senyum hangat Rio Haryanto. Dia terlihat begitu santai dan ceria seusai balapan kedua berakhir pada Minggu siang.

Rio memang gagal mewujudkan mimpinya mengumandangkan lagu Indonesia Raya di GP2 Series Hungaria tahun ini. Pemuda 22 tahun itu finis di posisi empat pada balapan pertama dan posisi lima pada balapan kedua.

Akan tetapi, Rio tetap mampu membawa pulang hasil positif dari Hungaria. Pebalap Campos Racing itu mengamankan 18 poin dari dua balapan di Sirkuit Hungaroring dan menempati posisi kedua di klasemen balap.

“Hasil yang saya dapat di sini cukup bagus. Saya bisa meraih total 18 poin dari kedua balapan. Balapan hari ini cukup baik setelah kemarin ada insiden (dengan Sergey Sirotkin),” kata Rio sambil berbincang santai.

“Awalnya saya cukup yakin tapi ternyata balapan hari ini tidak mudah. Saya sulit melakukan overtake. Selain itu, saya sulit mendapatkan traksi pada ban 10 lap menjelang balapan berakhir,” ujar Rio melanjutkan.

“Dari bandara ke rumah naik apa mas? Kalau naik Damri itu katanya ada wifi ya? Cuma kata temenku cuma tulisannya aja. Emang bener begitu mas?” tanya Rio kepada saya saat sedang menunggu antrian naik ke pesawat di Istanbul, Turki.

Berubah drastis

Kedatangan saya ke Budapest adalah kesempatan perdana saya meliput balap Rio secara langsung. Setelah bersama selama tiga hari, saya menyimpulkan bahwa Rio adalah sosok atlet, pebalap, sekaligus manusia yang profesional.

Dia bisa membagi waktunya dengan sangat baik sepanjang hari. Dia tidak bicara banyak sebelum balapan. Wajahnya datar, tatapan matanya seperti kosong, dan lebih sering menyendiri di tempat-tempat yang sepi.

Tapi semua itu berubah seusai rangkaian balapan berakhir. Dia menjadi manusia normal seperti yang lainnya. Rio bisa berbicara banyak, tersenyum banyak, dan berbaur dengan semua orang, termasuk tamu-tamu yang datang mendukungnya.

“Mas, ini id card-nya cuma bisa dipakai sekali atau bisa dipakai di semua balapan mas? Bikinnya susah nggak mas?” kata Rio sambil meraih id card resmi peliput Formula 1 yang menggantung di leher saya sesaat setelah pulang dari makan siang.

Ketika Rio melakukan itu, jujur saya agak kikuk. Saya tidak biasa berinteraksi dengan jarak yang sangat dengan orang baru, apalagi orang hebat seperti Rio. Tapi kemudian saya menyadari bahwa Rio tidak menutup diri kepada siapapun yang dia temui.

Tak ada jarak yang dia buat. Dia juga tak menunjukkan statusnya sebagai selebriti balap Indonesia. Dia lebih banyak berbaur dengan orang-orang di sekitarnya sambil menebar senyuman hangat andalannya. Salut buat Rio!

Share this article to Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *